Reshuffle Kabinet Terbatas, Presiden Prabowo Subianto Lantik Enam Pejabat Baru

TANGERANGDALAMBERITA.ID | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet terbatas dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kinerja pemerintahan, khususnya di sektor komunikasi, pangan, dan lingkungan hidup.

Sebanyak enam pejabat baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet terbatas, Senin (27/4/2026). (Foto: Media Dalam Berita)

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam acara tersebut.

Acara pelantikan berlangsung lancar dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (27/4/2026).

 

Dalam pengambilan sumpah, Presiden menegaskan komitmen terhadap konstitusi dan tanggung jawab sebagai pejabat publik. Para pejabat yang dilantik mengikuti sumpah jabatan secara serempak.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Kehadiran para pimpinan lembaga negara ini mencerminkan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam melakukan penataan kabinet.

 

Selain itu, sejumlah menteri dan pejabat strategis juga tampak hadir, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Zulkifli Hasan, dan Airlangga Hartarto. Hadir pula Panglima TNI Agus Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

 

Adapun enam pejabat yang dilantik adalah:

  1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
  2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
  3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
  4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
  5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
  6. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

 

Reshuffle kali ini menampilkan kombinasi figur dari berbagai latar belakang, mulai dari teknokrat, militer, hingga aktivis. Pemerintah dinilai tengah berupaya memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaga stabilitas di sektor strategis.

 

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari konsolidasi pemerintahan di awal masa jabatan, guna menjaga kepercayaan publik serta mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

 

Publik kini menantikan dampak nyata dari susunan baru kabinet tersebut terhadap kinerja pemerintahan ke depan.

 

(Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *