TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Perjalanan panjang Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, menjadi bukti bahwa komitmen, kerja sama, dan tata kelola pemerintahan yang baik mampu mengubah wajah sebuah desa. Dahulu dikenal sebagai Desa Inpres Desa Tertinggal (IDT), kini Desa Cirumpak berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik Kategori Pengelolaan Indeks Desa (IDM) pada ajang Desa Awards 2026 tingkat Kabupaten Tangerang.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kecamatan Kronjo, sekaligus menunjukkan keberhasilan Desa Cirumpak dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan dasar, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Secara geografis, Desa Cirumpak memiliki luas wilayah sekitar 2,94 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 4.833 jiwa. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang religius serta masih menjunjung tinggi adat istiadat dan tradisi yang diwariskan para leluhur.
Desa Cirumpak berbatasan dengan area persawahan Desa Pasir di sebelah barat, Sungai Cirumpak yang berbatasan dengan Kecamatan Kemiri di sebelah timur, area persawahan Desa Pagedangan Udik di sebelah utara, serta Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, di sebelah selatan.
Keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil optimalisasi berbagai dimensi pembangunan desa, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Ridwan, S.Sy, Desa Cirumpak berhasil mencatat berbagai kemajuan sehingga dipercaya menjadi desa dengan pengelolaan Indeks Desa terbaik di Kabupaten Tangerang Tahun 2026.
Sejarah Nama Desa Cirumpak
Tokoh agama sekaligus sesepuh Desa Cirumpak, KH Afif Asytari, menjelaskan bahwa terdapat beberapa versi mengenai asal-usul nama Cirumpak.
Menurut salah satu versi, nama tersebut berkaitan dengan sosok Ki Buyut Papak, seorang tokoh yang diperkirakan wafat sekitar tahun 1920-an. Hingga kini makam dan petilasannya masih terawat dan berada di belakang Masjid Al-Husna.
“Nama Cirumpak dikaitkan dengan sungai yang membelah wilayah desa. Kata ‘Ci’ berarti sungai, sedangkan ‘Rumpak’ dikaitkan dengan nama Ki Buyut Papak. Meski demikian, terdapat pula versi lain yang menyebutkan bahwa nama Cirumpak tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Ki Buyut Papak,” ujar KH Afif Asytari.
Jejak Kepemimpinan Desa Cirumpak
Sepanjang sejarah pemerintahannya, Desa Cirumpak telah dipimpin oleh sejumlah kepala desa, yaitu:
- Ki Dangi (±1920–1933)
- KH Asytari (±1933–1948)
- H. Jamhari (±1948–1950)
- Ki Rasud (±1950–1955)
- H. Kirun (±1964–1974)
- Sukara (1974–1978)
- Su’eb (1978–1990)
- Samlawi (1990–1998)
- H. Lujen (1998–2007)
- Muhammad Basir (2007–2013)
- H. Hanapi (2013–2019)
- H. Ridwan, S.Sy (2019–sekarang)
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan Desa Cirumpak yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya, religiusitas, serta semangat gotong royong masyarakatnya.
Kilas Balik Sejarah Pendidikan
Salah seorang tokoh pemuda Desa Cirumpak, A. Yani Kasna, S.Pd, menceritakan bahwa pada masa kepemimpinan Ki Rasud, jumlah penduduk desa diperkirakan sekitar seribu jiwa.
Pada masa itu juga telah berdiri Sekolah Dasar (SD) pertama di Desa Cirumpak. Namun, menurut cerita masyarakat, sekolah tersebut sempat mendapat penolakan karena setiap kenaikan kelas selalu diadakan pesta hiburan atau Eksamen yang menampilkan kesenian topeng, jaipongan, dan kendang. Akhirnya sekolah tersebut dipindahkan ke Desa Pasir.
Momentum Hari Desa 2026
Peringatan Hari Desa Tahun 2026 menjadi momentum bagi masyarakat Desa Cirumpak untuk merefleksikan perjalanan pembangunan desa sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Kepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, S.Sy, menegaskan bahwa Hari Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan kolaborasi antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Menurutnya, desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional sehingga kemajuan desa akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah maupun negara.
“Kami berharap seluruh masyarakat Desa Cirumpak terus berperan aktif dalam pembangunan, menjaga persatuan, serta mendukung seluruh program Pemerintah Desa demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” ujar H. Ridwan.
Ia juga berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, kami optimistis pembangunan Desa Cirumpak akan terus berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Desa Cirumpak berkomitmen terus mengembangkan berbagai potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, usaha mikro, ekonomi kreatif, hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan, dan pembinaan generasi muda juga menjadi prioritas dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Menutup keterangannya, H. Ridwan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga lembaga kemasyarakatan desa, untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
“Kebersamaan dan gotong royong merupakan kunci utama dalam mewujudkan Desa Cirumpak yang aman, maju, dan berdaya saing. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal demi masa depan Desa Cirumpak yang lebih baik,” pungkasnya.
(Yanto)




































