TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan menuju kawasan wisata religi Pulo Cangkir, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, memprihatinkan. Kerusakan akses tersebut diduga semakin parah akibat abrasi pantai yang terjadi di kawasan tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ian Mulyana S.Kom., menyoroti kondisi tersebut setelah menerima keluhan dari masyarakat dan pengunjung wisata Pulo Cangkir.


Ian mengatakan, persoalan kerusakan infrastruktur tersebut telah disampaikannya kepada Bupati Tangerang dalam rapat dengar pendapat beberapa hari sebelumnya.
“Hal tersebut sudah kami sampaikan langsung kepada Pak Bupati dalam rapat dengar pendapat beberapa hari yang lalu. Banyak masyarakat dan pengunjung yang datang ke lokasi wisata mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah setiap tahunnya,” ujar Ian kepada awak media, 29 September 2026.
Menurut Ian, abrasi tidak hanya berdampak terhadap akses jalan, tetapi juga menyebabkan sejumlah persoalan lain di kawasan Pulo Cangkir.
“Kondisi abrasi tersebut mengakibatkan berbagai persoalan, seperti penyempitan daratan di sekitar kawasan wisata religi dan muara Sungai Pasilian, kerusakan akses jalan, jembatan penghubung, serta sarana penunjang lainnya. Infrastruktur menuju kawasan ziarah juga mengalami kerusakan akibat tergerus ombak,” jelasnya.
Ia menambahkan, abrasi juga menyebabkan perubahan bentuk daratan dan batas wilayah di kawasan Pulo Cangkir. Pengikisan pantai yang terus berlangsung membuat luas daratan di kawasan tersebut semakin berkurang.
Ian mengatakan, kerusakan jalan dan jembatan di depan Pos AL Kronjo telah terjadi sekitar lima tahun terakhir. Menurutnya, kerusakan tersebut berkaitan dengan abrasi pantai Pulo Cangkir yang turut berdampak terhadap infrastruktur di sekitarnya.
“Kerusakan jalan dan jembatan di depan Pos AL Kronjo sudah terjadi sekitar lima tahun terakhir. Kerusakan tersebut disebabkan abrasi pantai Pulo Cangkir sehingga berdampak pada infrastruktur di sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Kronjo dan Pemerintah Kecamatan Kronjo disebut telah mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini, menurut Ian, perbaikan tersebut belum direalisasikan.
Ian berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kerusakan infrastruktur tersebut, mengingat Pulo Cangkir merupakan salah satu tujuan wisata religi yang banyak dikunjungi masyarakat.
“Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kawasan wisata Pulo Cangkir akan semakin ditinggalkan pengunjung. Padahal, keberadaan kawasan wisata juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia menilai, kerusakan infrastruktur yang dibiarkan tanpa penanganan berpotensi semakin parah, terutama karena kawasan tersebut setiap tahun menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk berwisata dan berziarah.
Ian juga mengungkapkan kondisi luas daratan Pulo Cangkir yang disebut semakin menyusut akibat abrasi. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, luas lahan yang sebelumnya sekitar 4 hektare kini disebut tersisa sekitar 2.000 meter persegi.
“Lahan di Pulo Cangkir saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dari sekitar 4 hektare lahan yang ada sebelumnya, saat ini disebut hanya tersisa sekitar 2.000 meter persegi,” ungkapnya.
Selain perbaikan jalan dan jembatan, Ian bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pengelola wisata juga mendorong pemerintah untuk membangun tanggul atau pengaman pantai yang lebih kokoh. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi akses menuju kawasan wisata sekaligus area makam yang berada di Pulo Cangkir.
Menurut Ian, persoalan abrasi tidak hanya terjadi di Pulo Cangkir, tetapi juga menjadi persoalan di sejumlah wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.
“Abrasi pantai Pulo Cangkir juga berdampak terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat. Jika terus dibiarkan, nelayan dapat terdampak karena berkurangnya wilayah yang mendukung aktivitas mereka, sementara kawasan wisata juga berpotensi kehilangan pengunjung,” pungkas Ian Mulyana.
(Yanto)










































