TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna bersama keluarganya antusias mengikuti kegiatan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang berlangsung di Desa Waliwis, RT 002/RW 004, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi Marnan Sarbini, Ketua FPMI DPW Banten, bersama Kepala Desa Waliwis, H. Rapiudin. Pendataan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi PMI purna beserta keluarganya sebagai bagian dari upaya pemutakhiran data dan peningkatan ketepatan sasaran program perlindungan sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran puluhan PMI purna dan anggota keluarganya yang mengikuti proses pendataan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga juga menyampaikan bahwa status desil kesejahteraan mereka masih tercatat pada kategori tinggi, meskipun menurut mereka kondisi sosial ekonomi saat ini perlu diperbarui.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya memastikan data sosial ekonomi masyarakat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pemutakhiran data diperlukan agar kondisi terkini masyarakat dapat tercatat secara akurat. Selanjutnya, kelayakan penerima manfaat program bantuan sosial tetap ditentukan melalui mekanisme verifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Desa Waliwis, H. Rapiudin, menyampaikan bahwa pemerintah desa membuka pelayanan bagi warga, khususnya PMI purna dan keluarganya, yang ingin berkonsultasi mengenai data sosial ekonomi maupun mengajukan pemutakhiran data sesuai prosedur.
“Bagi PMI purna dan keluarganya yang tercatat dalam desil tinggi dan merasa datanya perlu diperbarui, silakan datang ke kantor desa setiap hari Selasa dan Jumat untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya,” ujar H. Rapiudin.
Di kesempatan yang sama, Marnan Sarbini mengapresiasi pelaksanaan pendataan oleh Kemensos RI serta dukungan Pemerintah Desa Waliwis yang telah memfasilitasi PMI purna dan keluarganya dalam proses pendataan tersebut.
Menurut Marnan, langkah pendataan langsung ke masyarakat merupakan upaya penting untuk menjangkau PMI purna dan keluarganya yang membutuhkan perhatian, khususnya dalam hal pencatatan kondisi sosial ekonomi dan akses terhadap program perlindungan sosial.
“Terima kasih kepada Kemensos RI dan Kepala Desa Waliwis yang telah memberikan perhatian kepada PMI purna dan keluarganya. Kami berharap pendataan ini menjadi langkah nyata agar masyarakat yang membutuhkan dapat terdata dengan baik dan memperoleh haknya sesuai ketentuan,” ungkap Marnan.
Ia juga mengimbau PMI purna beserta keluarganya agar aktif memeriksa kesesuaian data sosial ekonomi masing-masing. Apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi terkini, masyarakat diharapkan mengikuti prosedur pemutakhiran melalui pemerintah desa atau instansi berwenang.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung tersedianya data sosial ekonomi yang lebih akurat serta memperkuat pelaksanaan program perlindungan sosial bagi PMI purna dan keluarganya.
Pendataan yang akurat, perlindungan sosial yang tepat sasaran.
(Ramin)




































