Marnan Sarbini Rela Lelang Jaket Kulit Kesayangan Demi Rampungkan Renovasi Rumah Nenek Masru’ah

TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG Di tengah berbagai cara masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap sesama, sebuah kisah sosial datang dari Kampung Andil, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Seorang pegiat sosial, Marnan Sarbini, rela melelang jaket kulit kesayangannya demi membantu menyelesaikan renovasi rumah seorang lansia yang hidup sebatang kara.

 

Renovasi tersebut merupakan bagian dari program bedah rumah secara swadaya untuk Nenek Masru’ah, perempuan berusia 83 tahun yang tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.

 

Kegiatan renovasi rumah Nenek Masru’ah diinisiasi dan dikerjakan secara swadaya oleh Media Infoterbit.com, Kresek Media Center (KMC), Komunitas Pagobang, serta Forum Peduli Masyarakat Indonesia (FPMI) tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.

 

Sejak awal Juli 2026, gabungan media, komunitas, dan pegiat sosial tersebut mulai melakukan renovasi rumah Nenek Masru’ah. Hingga 31 Juli 2026, proses pembangunan dilaporkan telah mencapai lebih dari 50 persen.

 

Di balik proses renovasi tersebut, terdapat aksi kepedulian yang dilakukan Marnan Sarbini, yang selama ini dikenal sebagai pegiat sosial dan aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

Demi menambah biaya untuk menyelesaikan pembangunan rumah Nenek Masru’ah, Marnan Sarbini rela melelang jaket kulit kesayangannya yang telah dimiliki selama belasan tahun.

 

Bagi Marnan Sarbini, jaket tersebut bukan sekadar pakaian. Jaket itu merupakan barang kesayangan sekaligus benda yang menyimpan kenangan dan kerap dikenakannya saat beraktivitas di lapangan maupun menghadiri berbagai kegiatan penting.

 

Selama bertahun-tahun, jaket tersebut dirawat dengan baik. Namun, ketika melihat masih adanya kebutuhan biaya untuk menyelesaikan rumah Nenek Masru’ah, Marnan Sarbini memilih mengorbankan barang kesayangannya tersebut demi kepentingan yang dinilainya lebih besar.

“Jaket ini saya beli seharga Rp1.500.000. Hari ini, dengan niat membantu sesama, saya ikhlaskan untuk dilelang. Semoga ada sahabat, donatur, atau orang-orang baik yang berkenan mengikuti lelang ini,” kata Marnan Sarbini kepada awak media, 31 Juli 2026.

 

Ia mengaku sempat merasa berat ketika harus melepas barang yang memiliki nilai sentimental baginya. Namun, kepeduliannya terhadap kondisi Nenek Masru’ah membuatnya mantap mengambil keputusan tersebut.

“Apa gunanya benda kenangan jika saya bisa menukarnya dengan keselamatan dan kenyamanan seorang nenek tua yang sudah lama menderita?” ungkap Marnan Sarbini yang juga menjabat sebagai Ketua FPMI saat ditemui di lokasi pembangunan.

 

Menurut Marnan Sarbini, memiliki tempat tinggal yang layak dan aman jauh lebih penting dibandingkan mempertahankan sebuah barang kesayangan.

 

Ia menegaskan, seluruh hasil lelang jaket kulit tersebut akan digunakan untuk membantu proses pembangunan rumah Nenek Masru’ah, sehingga rumah tersebut dapat segera diselesaikan dan ditempati dalam kondisi yang lebih layak dan aman.

 

Mendengar niat tersebut, Nenek Masru’ah mengaku terharu. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Marnan Sarbini dan seluruh pihak yang ikut membantu proses renovasi rumahnya.

“Anakku, kenapa kau harus berkorban begitu besar untuk nenek? Jaket itu pasti sangat berharga bagimu. Semoga Allah SWT menggantinya dengan berkah yang tak terhingga, baik untuk dirimu maupun keluargamu,” ujar Nenek Masru’ah dengan penuh haru.

 

Bagi Marnan Sarbini pengorbanan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan kemampuan masing-masing.

 

Ia berharap langkah yang dilakukannya dapat mengetuk hati lebih banyak masyarakat untuk ikut membantu penyelesaian rumah Nenek Masru’ah.

“Kita tidak harus selalu memberi uang banyak. Melepaskan apa yang kita sayangi demi kebaikan sesama, itu adalah bentuk kasih sayang yang nyata,” ungkap Marnan Sarbini.

 

Menurutnya, nilai sebuah barang tidak semata-mata ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

 

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti lelang jaket kulit milik Marnan, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0821-1249-3506.

 

Sementara itu, proses renovasi rumah Nenek Masru’ah hingga kini masih terus berlangsung. Pembangunan yang dilakukan secara swadaya dan gotong royong tersebut telah mencapai lebih dari 50 persen.

 

Sejumlah awak media, komunitas, dan pegiat sosial masih terus bergotong royong serta membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan agar Nenek Masru’ah segera memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali.

 

(Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed