TANGERANGDALAMBERITA.ID | JAKARTA SELATAN — Sanggar Kencana Buana Jakarta Selatan akan menggelar pementasan teater bertajuk “OPERA MERAH PUTIH” (OMP) pada 12 September 2026 di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan. Pementasan karya Arief Akbar Bsa tersebut melibatkan para pelajar SMA dari berbagai sekolah di Jakarta Selatan.
Pementasan ini menjadi ruang kolaborasi seni dan pendidikan karakter bagi generasi muda melalui seni pertunjukan, budaya, serta penguatan semangat kebangsaan. Ratusan pelajar akan terlibat dalam satu panggung untuk menghidupkan kisah yang sarat dengan pesan nasionalisme, persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Keterlibatan para pelajar diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Melalui proses produksi teater, para peserta tidak hanya belajar mengenai seni peran, tetapi juga memperoleh pengalaman bekerja dalam sebuah tim produksi.
Karya “OPERA MERAH PUTIH” menempatkan teater sebagai media pendidikan yang tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak generasi muda merefleksikan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan globalisasi.
Pertunjukan tersebut mengangkat kisah fantasi tentang pertarungan antara kekuatan jahat dan kebaikan. Cerita berpusat pada Raja Arzil, seorang penguasa jahat yang memiliki empat permaisuri, yakni Mega, Jingga, Danastri, dan Jelita. Arzil berambisi menguasai seluruh negeri dan menjadikannya sebagai wilayah kekuasaannya.
Dalam upaya memperkuat kekuasaannya, Arzil memerintahkan Danastri untuk menghidupkan sebuah boneka tanah liat menjadi manusia. Untuk mewujudkan rencana tersebut, diperlukan mantra-mantra yang terdapat dalam Kitab Merah, yang dijaga oleh Zarina dan Raisya di Istana Peri.
Sementara itu, Raja Kastara dari Negeri Awan Putih berusaha menggagalkan rencana tersebut. Ia memerintahkan Jenderal Pusparani dan Jenderal Sasmaya untuk mengamankan Kitab Merah.
Namun, upaya tersebut terlambat. Mata Langit dan Mata Bumi, utusan Raja Arzil, berhasil mengambil kitab tersebut dan menyerahkannya kepada Danastri. Dengan menggunakan kekuatan yang terdapat di dalamnya, Danastri kemudian menghidupkan boneka tanah liat tersebut menjadi seorang gadis bernama Kanisa.
Kehadiran Kanisa mengguncang alam semesta. Gadis pemilik kekuatan alam raya itu membawa dampak besar terhadap kehidupan di bumi. Kekeringan dan wabah penyakit melanda berbagai penjuru negeri, sementara kekuatan jahat mulai mengancam keberlangsungan kehidupan manusia.
Kaila, sang penyihir penjaga gerbang, bersama Mahardika dan Mahasura, berupaya membendung kekuatan tersebut. Namun, kekuatan jahat yang semakin besar mengancam kehancuran bumi dan berpotensi menciptakan tatanan baru dalam kegelapan abadi.
Di tengah situasi tersebut, ketika berbagai jalan menuju kebaikan seolah tertutup oleh kejahatan, muncul sebuah perubahan penting. Jelita, salah satu permaisuri Raja Arzil yang memiliki kemampuan mengubah jalan hidup dan suratan takdir, memilih berpihak kepada Raja Kastara dari Negeri Awan Putih.
Pilihan Jelita kemudian menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kekuatan jahat. Bersama Kaila sang penyihir, Jelita berupaya menghancurkan kekuatan tersebut dan mengembalikan keseimbangan kehidupan.
Pertarungan antara kebaikan dan kejahatan akhirnya berujung pada terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh negeri. Kisah tersebut ditutup dengan harapan lahirnya generasi emas yang membawa kehidupan gemah ripah loh jinawi.
Menurut panitia penyelenggara, pementasan ini merupakan bagian dari upaya Sanggar Kencana Buana di bawah pimpinan Iqbal Boyratan dalam membangun ekosistem seni pelajar yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.
Dengan mempertemukan pelajar dari berbagai SMA dalam satu produksi teater, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia.
Pentas “OPERA MERAH PUTIH” juga diharapkan menjadi agenda seni pelajar yang mampu menginspirasi masyarakat sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai penerus bangsa yang berkarakter, berbudaya, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pertunjukan tersebut, orkestrasi musikal opera akan ditata oleh Al Hasyimy Center pimpinan Achiem CT dari Kota Depok dengan melibatkan sejumlah penyanyi muda dari kalangan pelajar.
Sementara itu, posisi Stage Manager dipercayakan kepada Hariansyah, sedangkan Penata Artistik ditangani Selamet Saksono dan Lulu Fadia. Adapun Asisten Sutradara dipercayakan kepada Michelle Angelica, Griselda Aurelia Zahra, dan Getty Nur Fitria.
Para aktor pelajar yang akan terlibat dalam pementasan “OPERA MERAH PUTIH” antara lain Azka Tri Andini, Fitri Nabila Octaviani, Senja Karunia Citra, Christie Felizia Sharon, Rizqi Amelia Hasna P, Nur Aida Zani, Gibransyah Bondan R, Kanaya Patihah, Raissa Sakina Azhara, Radesti Alika Putri, Devi Rosadi, Nayila Syakhira A R, Fivit Gema Rinjani, Fahira Calisa S, Bella Valensia, Safa Aulia Anwar, Nofriana D Susanti, Nasia Santoso, Febrian Maliqi S, Jackson M Tarigan, Davar Marcello, Myesha Nafeeza Supriyatna, Baginda Dara Angelita P I S A W, Syahwa Ramadhayanti, Syarifah Novitasari, Fajar Yasdan Ghafari, Kiki Vijalika P Agustin, Adinda Alit Tania, Sarah Dita Nainggolan, Sofia Almira Fidiansyah, Callystha Elvina F B, Khairunnisa Cahya M, Yesenia Suryana, Bilqis N Putri Suherman, Zaeland Azykra Sukanto, dan Nirvana Chantika.
Pementasan “OPERA MERAH PUTIH” akan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
Selain pementasan teater, rangkaian kegiatan akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik band, tari modern dan tradisional, seminar budaya, pameran seni instalasi, serta ragam kuliner Nusantara.
Rangkaian acara tersebut akan ditutup dengan dua pertunjukan teater karya Arief Akbar Bsa, sebagai sajian utama dalam agenda seni dan budaya yang melibatkan generasi muda tersebut.
(Yanto)









































