TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Nama Sanusi, pengusaha alat dan mesin pertanian asal Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, yang dikenal dengan sebutan “Si Raja Komben”, sudah tidak asing bagi para petani di wilayah Mekar Baru dan sekitarnya.
Selain menyediakan berbagai alat dan mesin pertanian, Sanusi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian melalui jasa penyewaan alat dan mesin pertanian.
Hal tersebut disampaikan Sanusi saat menghadiri acara Ngopi dan Nonton Bareng Turnamen Link Viber Cup 2026 di wilayah Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/9/2026).
Menurut Sanusi, peluang usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian masih terbuka lebar, khususnya di wilayah Mekar Baru, Kronjo, dan sekitarnya yang memiliki areal persawahan cukup luas.
“Peluangnya masih terbuka lebar. Masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha jasa pertanian dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang kami sediakan, baik melalui pembelian maupun penyewaan,” ujar Sanusi.
Ia menilai, usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian memiliki prospek seiring meningkatnya kebutuhan terhadap mekanisasi pertanian. Penggunaan mesin pertanian dinilai dapat membantu mempercepat proses pengolahan lahan dan panen.
“Saya hanya memanfaatkan peluang yang pada saat itu terbuka untuk menjadi pengusaha yang menyewakan alat dan mesin pertanian. Wilayah ini merupakan salah satu daerah penghasil padi,” katanya.
Peluang Usaha Combine Harvester
Sanusi juga memaparkan gambaran sederhana mengenai potensi usaha jasa Combine Harvester, yakni mesin yang digunakan untuk membantu proses panen padi.
Sebagai ilustrasi, jika tarif jasa sewa mencapai Rp2 juta per hektare, sementara satu unit Combine Harvester mampu mengerjakan sekitar 4 hektare per hari, maka omzet kotor yang diperoleh secara teoritis mencapai Rp8 juta per hari.
“Kalau 50 persen dari omzet digunakan untuk biaya operasional, maka secara hitungan sederhana masih ada sekitar Rp4 juta per hari,” jelasnya.
Dengan asumsi mesin beroperasi secara efektif selama 10 hari dalam satu bulan, potensi pendapatan setelah biaya operasional secara hitungan tersebut mencapai sekitar Rp40 juta per bulan.
Namun, Sanusi menegaskan bahwa angka tersebut merupakan simulasi usaha, sehingga hasil sebenarnya dapat berbeda tergantung tarif jasa, luas lahan yang dikerjakan, biaya bahan bakar, perawatan mesin, tenaga kerja, serta faktor operasional lainnya.
Dari simulasi tersebut, apabila sekitar Rp10 juta dialokasikan untuk pembayaran angsuran pembelian Combine Harvester, maka secara matematis masih terdapat sekitar Rp30 juta sebelum memperhitungkan biaya lain di luar asumsi operasional.
Harga Combine Mulai Rp300 Jutaan
Untuk harga, Sanusi menyebut Combine Harvester yang ditawarkan melalui usahanya berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung jenis dan spesifikasi alat.
Menurutnya, investasi alat tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha jasa penyewaan sehingga alat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan.
“Kami juga menyediakan kemudahan pembelian melalui skema kredit. Ada sejumlah pilihan pembiayaan, termasuk program yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan ketentuan perbankan,” katanya.
Sanusi menyebut pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan untuk memberikan pilihan pembiayaan bagi masyarakat maupun petani yang ingin memiliki alat dan mesin pertanian.
Selain Combine Harvester, Si Raja Komben yang berlokasi di Desa Waliwis juga menyediakan berbagai alat dan mesin pertanian, seperti hand tractor, mesin diesel, pompa air, serta peralatan pertanian modern lainnya.
Dorong Mekanisasi Pertanian
Sanusi mengatakan kehadiran usahanya tidak hanya ditujukan untuk membantu petani mendapatkan alat dan mesin pertanian, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha baru di sektor pertanian.
“Raja Komben hadir untuk membantu para petani memiliki alat dan mesin pertanian dengan harga yang terjangkau, baik melalui pembelian tunai, kredit, maupun jasa penyewaan secara musiman,” ujarnya.
Menurutnya, mekanisasi pertanian dapat membantu pekerjaan petani menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan dukungan alat dan mesin pertanian modern, ia berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan masyarakat, termasuk membuka peluang sponsorship untuk turnamen sepak bola pada tahun depan sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan olahraga dan masyarakat di wilayah sekitar.
“Kami akan melihat peluang untuk ikut mendukung kegiatan masyarakat, termasuk turnamen sepak bola tahun depan,” pungkas Sanusi.
(Yanto)




































