H. Abudin: Momentum Hari Kelautan Nasional 2026 Perkuat Komitmen Pelestarian Laut Indonesia

TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG Hari Kelautan Nasional yang diperingati setiap 2 Juli menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan, penopang perekonomian, sekaligus warisan bangsa yang harus dilestarikan bagi generasi mendatang.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, H. Abudin, saat memperingati Hari Kelautan Nasional 2026, Kamis (2/7/2026).

 

Menurut H. Abudin, peringatan Hari Kelautan Nasional telah dilaksanakan sejak 1972 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1972. Peringatan ini menjadi pengingat akan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab bangsa Indonesia dalam menjaga kekayaan sumber daya kelautan.

“Hari Kelautan Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga dan melestarikan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang lebih luas dibandingkan daratan,” ujar H. Abudin.

 

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang sangat melimpah, mulai dari perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, hingga potensi wisata bahari. Seluruh potensi tersebut merupakan aset strategis yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

 

Namun demikian, lanjutnya, ekosistem laut Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius. Di antaranya adalah pencemaran sampah plastik, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, kerusakan terumbu karang, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

“Kondisi tersebut menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian laut melalui langkah-langkah sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.

 

Selain sebagai momentum pelestarian lingkungan, Hari Kelautan Nasional juga menjadi bentuk apresiasi kepada para nelayan, peneliti, pelaku usaha sektor kelautan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kedaulatan dan keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.

 

Menurut H. Abudin, peran mereka sangat penting dalam mendukung implementasi ekonomi biru (blue economy) yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya laut secara bijaksana, berkelanjutan, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperingati Hari Kelautan Nasional melalui berbagai aksi nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai maupun laut, mendukung produk perikanan yang berkelanjutan, serta berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai dan pelestarian ekosistem pesisir.

“Menjaga laut tidak harus dimulai dengan langkah besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan laut kita,” tegasnya.

 

Di akhir penyampaiannya, H. Abudin berharap peringatan Hari Kelautan Nasional 2026 dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa.

“Semoga melalui peringatan Hari Kelautan Nasional, semakin tumbuh kesadaran bahwa laut yang sehat akan menjamin keberlanjutan sumber daya alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

(Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *