KABUPATEN TANGERANG – UPTD Puskesmas Gunung Kaler bekerja sama dengan Pondok Pesantren An Nabilah menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TB Paru.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kasus Tuberkulosis (TB) di lingkungan pesantren yang memiliki mobilitas dan interaksi tinggi antar santri.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program eliminasi TB tahun 2030, Jumat (31/10/2025).
Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan untuk Santri

Kegiatan skrining melibatkan tim kesehatan Puskesmas Gunung Kaler, terdiri dari tenaga medis, petugas promosi kesehatan, perawat, serta kader kesehatan desa.
Acara diawali dengan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan TB, tanda dan gejala penyakit, serta pentingnya deteksi dini.
Para santri dan pengasuh pondok mengikuti kegiatan dengan antusias.
Selain edukasi, tim kesehatan juga melakukan skrining gejala TB, termasuk pemeriksaan dahak dan rontgen dada bagi peserta yang menunjukkan gejala mencurigakan.
Langkah ini diambil untuk memastikan diagnosis TB secara akurat dan mencegah penyebaran lebih lanjut di lingkungan pesantren.
Komitmen Puskesmas Percepat Eliminasi TB
Kepala UPTD Puskesmas Gunung Kaler, dr. Ahmad Sobari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mempercepat penemuan kasus TB dan memutus rantai penularan di masyarakat.
“Lingkungan pesantren merupakan komunitas dengan interaksi sosial tinggi, sehingga deteksi dini sangat penting. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu menemukan kasus TB lebih cepat dan mencegah penularan lebih luas,” ujarnya.
Edukasi PHBS dan Pencegahan Penyakit Menular
Selain pemeriksaan, kegiatan ACF TB Paru juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh warga pondok pesantren untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Santri dan pengasuh diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti TB.
Kepala Puskesmas menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan di berbagai wilayah guna mencapai target eliminasi TB tahun 2030.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB hingga tuntas. Dengan kerja sama semua pihak, Insya Allah eliminasi TB bukan hal yang mustahil,” tutup dr. Ahmad Sobari.
Harapan Bersama: Pesantren Sehat dan Bebas TB
Melalui kegiatan ACF TB Paru di Pondok Pesantren An Nabilah, diharapkan penemuan kasus TB dapat dilakukan lebih cepat, rantai penularan dapat diputus, dan kesadaran masyarakat pesantren terhadap pence
gahan TB semakin meningkat.
(Yanto)









































