Penuh khidmat, Ponpes Miftahul Ulum Gelar Haflah Akhirussanah dan Ikhtifalan

TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG Suasana khidmat menyelimuti Kampung Sura, Desa Mekar Baru, pada Sabtu malam (7/2/2026). Keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum menyelenggarakan peringatan “Haflah Akhirussanah dan Ikhtifalan” sebagai bentuk syukur atas capaian belajar para santri selama satu tahun ajaran.

 

Acara yang dimulai ba’da Isya ini menjadi momen tasyakuran sekaligus membanggakan bagi para wali santri dan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan utama dalam acara ini meliputi:

Khatmil Qur’an: Prosesi wisuda kelulusan pembacaan Al-Qur’an.

Hafalan Juz ‘Amma: Penampilan hafalan surat-surat pendek oleh para santri.

Lalaran Kitab Awamil Mandaya: Penampilan hafalan kitab kaidah ilmu nahwu (tata bahasa Arab) oleh para santri.

 

Tidak hanya diisi dengan prosesi akademik pesantren, acara juga dimeriahkan oleh penampilan Musik Islami Hadrah yang dibawakan langsung oleh para santri Ponpes Miftahul Ulum menembangkan lantunan shalawat menambah kemeriahan suasana acara.

 

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari bimbingan para pengajar, di antaranya Bapak Al Ustadz Santoso, S.Pd. dan Ibu Jubaedah, S.Pd., yang setia mendampingi proses belajar mengajar para santri hingga mencapai titik kelulusan ini.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan tasyakuran atas hasil belajar para santri sekaligus syiar Islam di kampung Sura khususnya, umumnya masyarakat sekitar,” tutur Ust. Santoso ketua pelaksana.

Penyerahan syahadah Al-Qur’an kepada santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang telah diwisuda atas capaian hafalan Juz ‘Amma dilakukan oleh Al Ustadz Santoso, didampingi Ibu Jubaedah, pada Sabtu malam (7/2/2026).

 

Ketua Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Bapak Al-Ustadz Santoso, bersama Ibu Jubaedah hadir langsung menyambut para tamu undangan. Acara ini juga dihadiri oleh deretan kiai sepuh, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat yang turut memberikan do’a restu bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikannya.

 

Dalam sambutannya, pihak pesantren berharap para santri yang telah diwisuda dapat menjaga hafalan Al-Qur’annya dan mengamalkan ilmu yang didapat, khususnya dasar-dasar ilmu alat dari kitab Awamil yang telah dipelajari.*

 

(Sym)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *