TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Pemerintah Kecamatan Kresek menggelar apel perdana pasca libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal, bertempat di Aula Syeikh Astari, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kresek, Eka Fathussidki, S.STP, dan dihadiri jajaran Forkopimcam, para kepala desa, Ketua MUI Kecamatan Kresek, Kapolsek Kresek, Danramil 07/Kresek, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kecamatan Kresek.
Dalam amanatnya, Eka Fathussidki menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran dan masyarakat.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selama kebersamaan ini tentu terdapat khilaf dan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai dan masyarakat Kecamatan Kresek,” ujarnya.
Ia berharap momentum Idulfitri dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan meningkatkan dedikasi sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab, ikhlas, dan berintegritas.
Selain itu, Camat Kresek mengingatkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memasuki triwulan II tahun 2026. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta tetap fokus menjalankan program kerja serta responsif terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi kinerja di lapangan.
Camat Eka juga menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pegawai Kecamatan Kresek.
“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai. Capaian yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama. Kami bangga kepada seluruh jajaran,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kerja, meningkatkan efisiensi, serta kesiapan dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian program, termasuk kemungkinan refocusing anggaran.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Kresek, KH Abdul Mu’id, S.HI., menjelaskan bahwa halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang sarat makna dalam mempererat ukhuwah (persaudaraan) dan saling memaafkan.
“Halal bihalal menjadi sarana membersihkan dosa antarsesama manusia (haqqul adami) setelah menjalankan ibadah Ramadan. Ini juga menjadi simbol rekonsiliasi dan mempererat kembali hubungan sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, Idulfitri merupakan momentum kembali ke fitrah, yang disempurnakan melalui silaturahmi guna memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Kegiatan halal bihalal ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung hangat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna menjaga keharmonisan di wilayah Kecamatan Kresek.
(Yanto)









































