TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Pondok Pesantren Al-Jauharatun Naqiyah, Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, menggelar perayaan Haflah Akhirussanah dengan berbagai perlombaan cara yang unik dan inspiratif pada Minggu sore (8/2/2026).
Dalam perayaan tersebut, pihak pesantren mengadakan perlombaan seni musik perkusi sholawat yang tidak biasa. Para santri diwajibkan menggunakan alat musik yang terbuat dari limbah atau barang bekas untuk mengiringi lantunan sholawat.
Alih-alih menggunakan alat musik modern, para santri menampilkan seni musik perkusi sholawat dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas. Penampilan ini menjadi daya tarik utama dalam acara penutupan tahun ajaran pesantren tersebut.
Pemanfaatan Limbah Menjadi Harmoni
Pertunjukan yang berlangsung di pondok pesantren Al-Jauharatun Naqiyah ini menampilkan kreativitas santri dalam mengubah barang tak terpakai menjadi instrumen musik yang harmonis. Suasana tampak khidmat sekaligus meriah saat tabuhan “alat musik” limbah tersebut mengiringi lantunan sholawat.
Acara ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh seluruh santri, baik laki-laki maupun perempuan. Kehadiran musik perkusi dari barang bekas ini membuktikan bahwa keterbatasan alat bukanlah penghalang untuk bersholawat dan berkreasi.
“Inovasi ini tidak hanya melatih musikalitas santri, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mendaur ulang limbah di lingkungan sekitar,” ujar salah satu pengurus pesantren di sela-sela acara.
Setiap pesantren di Indonesia umumnya mengadakan penutupan menjelang bulan suci Ramadhan melalui kegiatan Haflah Akhirussanah sebagai bentuk evaluasi dan syukuran capaian santri.*
(Sym)










































