TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di wilayah Kecamatan Kresek usai melaksanakan agenda rutin Salat Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Baiturrohman, Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (30/1/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran pemerintah daerah dalam penanganan bencana yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang akibat anomali cuaca.

Penanganan Banjir dan Solusi Teknis Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Huda Kedung, Gunung Kaler, Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir. Fenomena ini disebut sebagai siklus besar dengan volume hujan yang sangat tinggi.
“Banjir ini bukan disebabkan oleh tanggul jebol, melainkan murni karena curah hujan tinggi dengan durasi lama, serta kiriman air dari hulu. Kami di wilayah hilir tentu merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Maesyal.
Pemerintah Kabupaten Tangerang pun telah menyiapkan langkah teknis jangka pendek maupun panjang, mulai dari pembangunan pintu air di titik-titik luapan sungai hingga koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ajak Masyarakat Gotong Royong
Selain langkah teknis dari pemerintah, Bupati menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam meminimalisasi risiko bencana. Ia mengajak warga menghidupkan kembali budaya gotong royong untuk menjaga kebersihan drainase.
“Kami tidak pernah libur dalam melayani masyarakat. Namun, kami juga mengajak warga untuk tertib membuang sampah dan memperbaiki saluran air di lingkungan masing-masing sebagai langkah preventif,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, tercatat 102 desa terdampak banjir di seluruh kabupaten. Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait dilaporkan telah bergerak menyalurkan bantuan logistik ke posko-posko pengungsian.
Silaturahmi Lewat Program Jumling
Sebelum meninjau banjir, Bupati menyempatkan diri menyapa warga Gunung Kaler dalam program Jumling. Program yang kembali diaktifkan sejak tahun 2025 ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga secara langsung di tingkat desa.
“Mohon maaf kami baru bisa sampai ke Gunung Kaler hari ini karena fokus penanganan banjir di titik lain beberapa waktu terakhir. Insyaallah, silaturahmi ini akan terus berlanjut di tengah agenda kedinasan lainnya,” pungkas Bupati.
(Sym)




































