TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Ratusan jamaah menghadiri peringatan tahlil tujuh hari (mitung dinten) wafatnya Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Kedung, Drs. KH. M. Ali Sobari, M.M., Guru Besar dan Ulama karismatik, yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kedung II, Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Rabu malam (11/3/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Ustadz Mansur dari Cijeruk, Kecamatan Mekar Baru. Kehadiran para ulama dan tokoh agama setempat serta antuasiasme lapisan masyarakat menambah kekhidmatan dalam peringatan tersebut.

Dalam sambutannya, perwakilan keluarga yang disampaikan oleh menantu almarhum menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir serta mendoakan almarhum.
“Kami dari keluarga besar mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa dari para jamaah. Semoga segala kebaikan almarhum semasa hidupnya menjadi amal jariyah,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gunung Kaler, Udin, S.Ag., S.IP., M.Si., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gunung Kaler, KH. Fahaduddin, Pemerintah Desa Kedung, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Tausiyah disampaikan oleh KH. Rasman, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar almarhum. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok ulama yang patut diteladani.
“Beliau adalah ulama yang rendah hati dan selalu menebarkan kebaikan serta ilmu kepada masyarakat. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi keluarga, santri, dan umat,” ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Tangerang, KH. Muhammad Ues Nawawi Gofar.
Peringatan tujuh hari wafatnya almarhum ini menjadi momentum bagi para santri dan masyarakat untuk mengenang jasa serta dedikasi Drs. KH. M. Ali Sobari, M.M. dalam mensyiarkan agama Islam dan memimpin Pondok Pesantren Nurul Huda semasa hidupnya.
(Sym)




































