TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Suasana khidmat menyelimuti peringatan Haul ke-6 Almarhumah Almaghfurlaha Ibu Hj. Qona’ah yang digelar di Lapangan YPI MI Al-Jauharatun Naqiyah, Kampung Merapit, Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/4/2026) malam Jum’at.
Acara yang bertepatan dengan 21 Syawal 1447 H. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan khataman Al-Qur’an oleh para santriwati, kemudian dilanjutkan dengan riungan pembacaan tahlil dan do’a bersama pada malam harinya.


Sosok Teladan dengan Akhlak Mulia
Peringatan ini menjadi momentum bagi para alumni untuk mengenang kembali keluhuran budi pekerti almarhumah. Semasa hidupnya, Ibu Hj. Qona’ah dikenal sebagai pribadi yang santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak yang meneladani Nabi Muhammad SAW.
Dedikasi beliau dalam dunia pendidikan dan syi’ar agama meninggalkan kesan mendalam bagi para murid. Banyak dari mereka yang mengenang kebaikan serta kedermawanan beliau yang tak terhingga. Do’a-do’a pun dipanjatkan agar kontribusi ilmu dan materi yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Antusiasme Jama’ah Melebihi Ekspektasi
Lurah Pondok Pesantren Al-Jauharatun Naqiyah, Bapak Ust. Sitam, mengungkapkan bahwa peringatan haul tahun ini berjalan sangat sukses dan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jama’ah membludak, bahkan melebihi ekspektasi panitia. Ini menunjukkan betapa besarnya rasa hormat dan cinta masyarakat serta alumni terhadap almarhumah,” tutur Ust. Sitam.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Ust. H. Lamsuri dalam pernyataannya menegaskan bahwa peran almarhumah bagi perkembangan pondok pesantren sangatlah krusial. Beliau menggambarkan sosok Ibu Hj. Qona’ah sebagai figur yang lengkap bagi para santri.
“Beliau adalah pengasuh, pengasah, pengasih, pengayom, pengayem, pengampu, sekaligus pendidik sejati,” ungkap Ust. H. Lamsuri dengan nada haru.
Dihadiri Tokoh Agama dan Masyarakat
Acara ini dihadiri oleh KH. Asnawi, selain itu, hadir pula KH. Samhudi, KH. Sabit Romli, jajaran alim ulama, kiai, dewan guru, tokoh masyarakat, para alumni, serta ratusan santri dan warga sekitar yang memenuhi area lapangan. Puncak acara riungan pembacaan tahlil dan do’a bersama dipimpin langsung oleh KH. Ubaedillah (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bidayah).
Melalui peringatan ini, pihak keluarga dan pondok pesantren berharap semangat perjuangan almarhumah dalam mendidik generasi Qur’ani dapat terus dilanjutkan oleh para pengurus dan santri Al-Jauharatun Naqiyah.
(Syam)




































