Kapolri Minta Maaf dan Telusuri Peristiwa Viral Rantis Brimob Lindas Ojol

Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel menyampaikan permintaan maaf atas insiden viral yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek online (ojol). Peristiwa tersebut terjadi di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Jakarta, dan langsung menuai perhatian publik.

 

Dalam keterangan resminya, Kapolri menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia menyatakan kepolisian akan menelusuri secara tuntas bagaimana insiden itu bisa terjadi, termasuk mengevaluasi prosedur pengamanan saat menghadapi massa aksi.

 

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga atas peristiwa ini. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan kebenaran dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Kapolri.

 

Peristiwa rantis Brimob melindas ojol itu beredar luas di media sosial, memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Publik menuntut pertanggungjawaban serta transparansi Polri dalam menangani kasus ini.

 

Kapolri menambahkan, kepolisian akan bersikap terbuka terhadap hasil penyelidikan. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

 

“Polri harus menjadi pelindung masyarakat, bukan menimbulkan ketakutan. Kami tidak akan menutup-nutupi, dan hasilnya akan disampaikan secara terbuka,” tegasnya.

 

Kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya karena menyangkut keselamatan warga sipil, tetapi juga menyangkut citra dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *