JAWA TENGAH – Sebuah fenomena langka terjadi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, pads Sekolah Dasar (SD) Negeri Kauman 27 Solo, Jawa Tengah yang hanya ada Satu siswa yang mendaftar di sekolah tersebut. (16/07/2025)
Diketahui siswa itu mendaftar di SD Negeri Kauman 27 lewat jalur Afirmasi untuk jalur mutasi orang tua dan jalur Domisili tidak ada siswa yang mendaftar.
Kejadian langka ini diduga terjadi karena letak sekolah jauh dari perkampungan dan berada di kawasan pertokoan, meski begitu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Pendidikan (MPLS) tetap dilaksanakan.
Sementara itu Wali Kelas 1 SDN Kauman 27, Sri Handayani mengatakan meskipun hanya ada Satu siswa, tidak akan ada yang berbeda dari proses belajar mengajar seperti biasanya. Dirinya memastikan akan memberikan prioritas untuk siswa tersebut,”jelasnya
“Kami tidak akan membedakan, justru kami prioritaskan supaya anak tersebut nyaman di sini, kemudian tidak merasa sendiri. Karena kami ada trik tersendiri supaya anak tidak merasa sendiri,” kata Sri
Sri juga menjelaskan sejak adanya penerapan sistem zonasi pada penerimaan siswa baru, siswa yang mendaftar di SD Kauman 27 mengalami penurunan yang sangat signifikan,” ucapnya.
“Murid – murid yang datang ke sini sejak adanya sistem zonasi itu sedikit, jadi banyak sekali pengaruhnya dan berdampak cukup lumayan signifikan di SD kami,” ungkap Sri.
Tak hanya itu kondisi geografis, jauh dari perkampungan penduduk dan dilingkupi bangunan – bangunan kantor, menjadi faktor penyebab siswa yang masuk ke sekolah disini semakin sedikit,” terangnya.
“Faktor letak geografis SD Kauman memang kurang mendukung karena jauh dari pemukiman penduduk, serta dilingkupi oleh bangunan – bangunan kantor, kemudian pedagang pasar Klewer, pedagang Beteng,” ungkapnya.
Padahal menurut Sri, dirinya mengaku telah melakukan segala upaya untuk mempromosikan SDN Kauman 27 tersebut agar diminati siswa, dengan cara salah satunya adalah lewat gelar karya siswa hingga siaran di radio,” Pungkasnya mengakhiri
(Nur Sodik)