Inovatif, Religius, dan Penuh Terobosan: Mengenal Lebih Dekat Kombes Pol Andi M Indra Waspada, Kapolresta Tangerang yang Baru

KABUPATEN TANGERANG – Sosok Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah kini resmi memimpin Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang. Penunjukan ini dilakukan oleh Markas Besar Polri, menggantikan posisi Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono yang kini mengemban tugas baru sebagai Dirresnarkoba Polda Kalimantan Selatan.

 

Lahir di Makassar, 3 Februari 1981, Kombes Pol Andi Indra adalah figur polisi yang tidak hanya dikenal disiplin dan tegas, tapi juga inovatif, humanis, dan religius. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003 ini melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2010, lalu Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018. Pengalaman dan pendidikannya membentuk pribadi yang matang secara intelektual dan emosional.

 

Karier Cemerlang dan Rekam Jejak Inspiratif

 

Kariernya di Korps Bhayangkara sangat kaya akan pengalaman, terutama di bidang lalu lintas. Mulai dari Kasatlantas di berbagai wilayah seperti Murung Raya (Kalteng), Kendal, Jepara, hingga Surakarta. Ia juga pernah mengisi jabatan penting di Polda Jawa Tengah dan Polda Metro Jaya, menunjukkan kapasitasnya dalam pengelolaan lalu lintas yang efektif dan berorientasi pelayanan.

 

Namun tak hanya soal teknis kepolisian, Andi Indra dikenal sebagai pemimpin yang mampu membaca kebutuhan sosial dan budaya masyarakat setempat. Hal itu terbukti saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Wonogiri pada tahun 2022. Di sana, ia menciptakan program WONOGIRI SUPER, akronim dari Santun, Unggul, Prediktif, Empati, dan Religius—nilai-nilai yang menjadi landasan pelayanan publik kepolisian.

 

Menariknya, ia mengangkat filosofi lokal “Tiji Tibeh” (Tertib Siji, Tertib Kabeh), semboyan dari tokoh perjuangan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa, sebagai semangat kolektif masyarakat dan Polres.

 

Inovasi dan Prestasi: Dari Wonogiri ke Tegal

 

Tak butuh waktu lama bagi publik melihat dampak kepemimpinannya. Selama menjabat di Wonogiri, Kombes Pol Andi berhasil mengungkap kasus-kasus besar, seperti pembunuhan berantai dan pencabulan oleh oknum guru. Polres Wonogiri juga masuk nominasi lima besar Kompolnas Awards 2023 untuk kategori Polres Tipe A.

 

Setelahnya, ia dipercaya memimpin Polres Tegal. Lagi-lagi, inovasi digulirkan. Ia meluncurkan program Tegal PURBAYA (Produktif, Unggul, Religius, dan Berkarya), serta Moci Karo Ndopok, pendekatan khas Tegal berupa obrolan santai sambil minum teh—simbol masyarakat yang terbuka dan guyub.

 

Kebijakan populis lainnya adalah penguatan Zero Bullying di sekolah. Dengan menggelar apel patroli besar pelajar, ia mengirimkan pesan tegas: lingkungan sekolah harus aman dan ramah anak.

 

Kembali ke Lalu Lintas, Menuju Tangerang

 

Setelah menjabat Kapolres Tegal, Kombes Andi Indra kembali dipercaya di lingkungan Korlantas sebagai Kasibinyan STNK, Ditregident Korlantas Polri. Namun, penugasannya di sana tidak berlangsung lama. Kini, ia dipercaya memimpin Polresta Tangerang—wilayah yang strategis, heterogen, dan penuh tantangan.

 

Lebih dari sekadar promosi jabatan, penunjukan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja luar biasa. Pangkatnya pun naik, dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes).

 

Tangerang Menanti Gebrakan Baru

 

Kini publik menanti, program apa yang akan dibawa Kombes Pol Andi Indra ke Kabupaten Tangerang? Daerah ini bukan hanya padat penduduk, tapi juga beragam secara budaya, sosial, dan ekonomi. Apakah akan ada program dengan filosofi lokal seperti Tiji Tibeh di Wonogiri atau Moci Ndopok ala Tegal?

 

Dalam wawancara dengan media, Kombes Andi menyebut bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal adalah bentuk penghormatan pada masyarakat setempat. Baginya, sebuah program akan lebih mudah diterima bila terasa akrab dan membumi.

 

Apakah Kombes Pol Andi Lebih Mengenal Tangerang daripada Warganya Sendiri?

 

Pertanyaan itu tentu retoris. Namun, jika melihat sepak terjang dan pendekatan yang ia tempuh di tempat-tempat sebelumnya, sangat mungkin Kombes Pol Andi justru mampu “membaca” Tangerang lebih dalam daripada yang diperkirakan. Pendekatan berbasis sejarah, tokoh lokal, budaya, hingga tradisi menjadi kekuatan utamanya dalam merangkul masyarakat.

 

Masyarakat Tangerang patut menanti. Siapakah tokoh lokal yang akan menjadi inspirasinya? Apa kearifan lokal yang akan diangkatnya menjadi semangat Polresta Tangerang ke depan? Dan program inovatif apa yang akan diluncurkannya?

 

Satu hal yang pasti: Tangerang kini berada di tangan sosok pemimpin yang tidak hanya tegas dan berpengalaman, tetapi juga tahu cara menyentuh hati masyarakat. (Alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *