Mekar Baru, 18 Juli 2025 — Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Mekar Baru, H. Sopiyan Syauri, angkat bicara terkait polemik penolakan terhadap penempatan Camat baru, Iman Bahlawi, yang sempat mencuat melalui surat dari DPK APDESI beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa sekarang saatnya seluruh masyarakat bersatu, bukan justru terpecah karena perbedaan pandangan yang muncul dari miskomunikasi.
“Dalam Islam, pemimpin adalah amanah yang harus dihormati dan didoakan. Jika ada perbedaan, mari luruskan dengan cara yang baik. Jangan sampai kita memulai kerja sama dengan prasangka yang tidak berdasar,” ujar H. Sopiyan dalam keterangannya, Jumat (18/7).
Menurutnya, polemik yang terjadi hanyalah bentuk miskomunikasi yang telah diluruskan. Ia pun mengapresiasi sikap para kepala desa yang telah mencabut surat penolakan tersebut dan menyatakan kesiapan bersinergi dengan Camat Mekar Baru yang baru dilantik.
“Ini langkah yang patut kita apresiasi. Artinya, masih ada ruang untuk memperbaiki suasana dan kembali ke semangat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa kita dewasa dalam menyikapi perbedaan,” imbuhnya.
Sebagai Ketua UPZ, H. Sopiyan menekankan bahwa tugas utama masyarakat adalah menjaga kondusifitas dan memperkuat kolaborasi, terutama di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi pasca pandemi.
“Kalau kita sibuk dengan penolakan dan konflik, lalu siapa yang akan mengurus kebutuhan umat? Kita punya PR besar soal pemberdayaan zakat, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Semua itu butuh kerja sama semua pihak, termasuk camat, desa, dan masyarakat,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan narasi yang justru dapat memecah belah, terlebih jika didasarkan pada kepentingan sesaat.
“Jangan karena sentimen pribadi atau bisikan kepentingan, kita korbankan kebersamaan yang sudah kita jaga bertahun-tahun. Mari berikan kesempatan kepada Camat baru untuk bekerja. Kalau beliau tidak amanah, kita ingatkan dengan cara yang santun,” katanya.
Menutup pernyataannya, H. Sopiyan mengajak seluruh unsur di Kecamatan Mekar Baru — mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, aparat desa, hingga masyarakat umum — untuk menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, dan mendukung setiap langkah yang membawa kemajuan.
“Kalau kita semua bersatu, insyaAllah Mekar Baru akan lebih baik. Tapi kalau kita sibuk menolak dan mencurigai, kapan kita bisa maju? Mari jaga niat, jaga lisan, dan kuatkan barisan,” pungkasnya.