Bangkit dari Keterpurukan, Roni Kembali Menjalankan Usaha Telur Bebek

KABUPATEN TANGERANG – Syahroni, yang akrab disapa Roni, merupakan pemuda asal Desa Kedaung, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang. Dulu, namanya sempat dikenal luas di kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berkat usaha telur bebek yang dijalaninya. Kini, setelah sempat terpuruk, Roni mulai bangkit kembali untuk membangun usahanya dari nol, Selasa (27/05/2025).

Roni dikenal sebagai pedagang sekaligus pengrajin telur bebek. Ia pernah mencapai masa kejayaan dengan memiliki ribuan ekor bebek yang tersebar di berbagai pelosok daerah, mulai dari Tangerang hingga Karawang. Usahanya yang diberi nama RTS atau Roni Telor Sejahtera saat itu tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Lewat usaha telur asin dan telur mentah, Roni mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa. Banyak tetangganya yang diberdayakan untuk menggembalakan bebek di lahan persawahan sekitar. Sayangnya, kejayaan itu tak berlangsung lama.

Sebuah insiden tak terduga mengguncang usahanya. Banyak bebek yang digembalakan hilang atau mati secara misterius. Peristiwa itu membuat Roni mengalami kerugian besar hingga terlilit utang. “Kini saya meninggalkan hutang ke teman, keluarga, bos telur, dan bank. Jumlahnya mencapai ratusan juta. Bahkan saya sempat menjadi korban penipuan karena terlalu percaya pada orang,” ujarnya dengan nada getir.

Roni mengaku bahwa pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran besar dalam hidupnya. Ia berharap tidak ada pelaku usaha lain yang mengalami hal serupa. “Cukup saya saja yang merasakannya. Semoga tidak terjadi pada pengusaha bebek lainnya,” tambahnya.

Namun, di tengah keterpurukan, semangat Roni untuk bangkit tidak padam. Ia kini mulai merintis kembali usaha telur bebeknya secara perlahan. Dengan modal sangat terbatas, Roni memilih untuk menggembalakan bebeknya sendiri di sawah. Ia memulai dari hanya beberapa butir telur yang diasinkan dan dijual dalam kondisi mentah maupun matang.

“Saya harus terus berkarya lewat telur bebek ini. Saya masih punya keluarga yang harus saya nafkahi, anak dan istri yang harus saya perjuangkan masa depannya. Semoga langkah kecil ini dipermudah dan diberkahi,” tutupnya penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *