Ada Apa Dengan Dana Inspiring Teacher Yang Mandek, “Jangan Main Petak Umpet Dengan Uang Iuran Para Guru” 

JAWA TENGAH – Program Inspiring Teacher 2025 di Kabupaten Pemalang, yang digadang-gadang mampu mendorong mutu pendidikan, justru berbalik arah menimbulkan polemik. Iuran Rp. 200 ribu per guru yang semestinya sudah dikembalikan hingga kini belum tuntas.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Pemalang, Ismun pun kini berada dalam sorotan tajam publik. Sejumlah guru mengaku kecewa karena janji pengembalian dana tak kunjung ditepati.(21/09/2025)

 

Informasi yang beredar menyebut sebagian dana dialirkan ke event organizer berinisial HR, yang pernah mengaku dari sebuah stasiun televisi nasional. Namun pengembalian dari pihak penyelenggara belum sepenuhnya dilakukan.

 

Pernyataan Kadindikbud Pemalang yang sebelumnya menyatakan akan mengembalikan seluruh dana iuran tersebut, menunjukkan bahwa dirinya mengetahui detail program tersebut. Pertanyaan yang menggantung kini adalah bila memang tahu, mengapa dana masih sampai mandek ?

 

Kini di ruang publik, issue semakin berkembang liar. Grup WhatsApp dan Telegram para guru ramai dengan dugaan keterlibatan oknum ASN berinisial TT serta seorang Kepala Sekolah berinisial TS. Hingga Inspektorat Pemkab Pemalang kini akhirnya tak tinggal diam.

 

“Penghentian program sudah dilakukan, tapi pengembalian dana belum efektif. Kami akan koordinasi lebih lanjut,” kata Edy, pejabat Inspektorat.

 

Dirinya juga menambahkan, bila Kadindikbud telah gagal menyelesaikan, aparat penegak hukum seharusnya bisa turun tangan karena penyelenggara berasal dari luar daerah,” ungkapnya.

 

Kondisi ini semakin mempertebal dugaan adanya pengelolaan dana yang semrawut. Kritik publik semakin tajam mengarah ke pucuk pimpinan Dindikbud.

 

“Kalau Kadindikbud diam, berarti ada yang ditutupi. Jangan main petak umpet dengan uang iuran guru. Segera buka transparansi ke publik,” ujar salah seorang aktivis pendidikan

 

Kini, bola panas berada di tangan Kadindikbud Pemalang. Publik kini menunggu keberanian dan transparan, atau malah memilih bungkam hingga kursinya benar – benar goyah.

 

 

(Nur S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *