TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Senyum bahagia terpancar dari wajah Nenek Masru’ah (83), warga Kampung Andil RT 004/RW 001, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, setelah rumahnya yang selama bertahun-tahun dalam kondisi tidak layak huni (RTLH) akhirnya mulai diperbaiki melalui aksi gotong royong sejumlah elemen masyarakat.
Program perbaikan rumah tersebut digagas oleh sejumlah insan media, lembaga sosial, Kresek Media Center (KMC), serta komunitas Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang) Putra Andil yang selama ini aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah Kecamatan Kresek.
Selama bertahun-tahun, Nenek Masru’ah, yang hidup seorang diri tanpa penghasilan tetap, hanya mengandalkan bantuan dari keluarga dan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi rumah yang rapuh dan nyaris roboh membuatnya hidup dalam rasa khawatir setiap kali hujan maupun angin kencang.
“Sudah lama saya ingin punya rumah yang aman, tapi hanya bisa menangis dan mengelus dada. Terima kasih ya Allah, masih ada orang baik yang peduli kepada nenek yang sudah renta ini,” ucap Nenek Masru’ah dengan mata berkaca-kaca saat melihat material bangunan mulai berdatangan.
Salah seorang penggagas kegiatan, Ananta Putra, selaku Owner sekaligus Pimpinan Redaksi Media Infoterbit, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata insan pers yang tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, bantuan yang diterima Nenek Masru’ah merupakan hasil kepedulian para donatur, insan media, dan berbagai lembaga yang merasa prihatin terhadap kondisi tersebut.
“Kami ingin membuktikan bahwa pers tidak hanya menulis berita, tetapi juga mampu menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat. Alhamdulillah, banyak pihak yang memberikan dukungan sehingga proses pembangunan rumah ini dapat dimulai,” ujar Ananta.
Ia menjelaskan, salah satu donatur, Ibu Indah, berkomitmen membantu pembiayaan kebutuhan material hingga proses pembangunan selesai. Selain itu, Karang Taruna Kabupaten Tangerang juga telah menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Nenek Masru’ah.
Di sisi lain, Ananta turut menyampaikan kritik terhadap lambannya penanganan persoalan RTLH di wilayah Kecamatan Kresek. Menurutnya, kondisi rumah Nenek Masru’ah telah beberapa kali dilaporkan kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang, namun belum memperoleh tindak lanjut yang nyata.
“Kami menilai masih diperlukan langkah yang lebih cepat, konkret, dan solutif dari pemerintah dalam menangani persoalan rumah tidak layak huni agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan segera mendapatkan bantuan,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Pagobang, Tari, memastikan bahwa bantuan tidak berhenti pada penyediaan material bangunan. Pihaknya bersama warga sekitar akan bergotong royong menyelesaikan pembangunan rumah tersebut.
“Kami bersama masyarakat akan membantu proses pembangunan hingga selesai agar Nenek Masru’ah segera memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya.
Pagobang yang bermarkas di Kampung Andil, Desa Talok, dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, termasuk aksi bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Menurut Tari, konsep pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan para donatur yang telah menyatakan kesediaannya membantu.
“Alhamdulillah para donatur yang kami hubungi siap berpartisipasi. Insya Allah proses pembangunan dimulai hari ini,” katanya, Minggu (26/7/2026).
Melalui gerakan kemanusiaan tersebut, para penggagas berharap tidak ada lagi warga di Kecamatan Kresek yang harus tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Mereka juga berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat mengenai rumah tidak layak huni.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah pihak kepada awak media, kondisi rumah Nenek Masru’ah sebenarnya telah lama diketahui dan pernah dilaporkan kepada Pemerintah Desa Talok, Pemerintah Kecamatan Kresek, hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi bantuan bedah rumah dari pemerintah sehingga masyarakat bersama insan media dan para pegiat sosial berinisiatif melakukan aksi gotong royong untuk mewujudkan rumah layak huni bagi Nenek Masru’ah.
(Yanto)




































