TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Sosok Irjen Pol. Dr. H.M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., yang pernah menjabat sebagai Kapolresta Tangerang pada 2017 dan dikenal melalui program inovatif “Tangerang Jawara”, serta pernah mengemban amanah sebagai Ajudan Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin, kini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Timur.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Sabilul Alif menghadiri Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten yang menjadi puncak rangkaian kegiatan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten, Minggu (5/7/2026).
Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Helmi Halimatul Udhma, selaku Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, bersama para ulama, tokoh agama, dewan hakim, unsur Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta peserta MTQ dari seluruh wilayah Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Sabilul Alif menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ Imam Masjid merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya imam masjid sebagai pemimpin umat, penjaga nilai-nilai keislaman, serta perekat persatuan bangsa.
“Imam merupakan garda terdepan dalam membangun karakter umat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas imam harus terus dilakukan secara berkelanjutan. MTQ Imam bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana melahirkan imam-imam yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sabilul Alif.
Ia menambahkan, imam masjid memiliki peran strategis, tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi pembimbing masyarakat, penyebar nilai-nilai Islam moderat, penjaga kerukunan umat beragama, sekaligus mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional.
Menurutnya, MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas imam. Sebanyak 221 imam dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti proses seleksi secara daring. Dari jumlah tersebut, 180 peserta lolos ke babak penyisihan, sebelum akhirnya 28 finalis terbaik berkompetisi pada babak final dalam tujuh cabang musabaqah, yakni:
- Tartil Al-Qur’an
- Tilawah Al-Qur’an
- Hifzh 15 Juz
- Hifzh 30 Juz
- Tafsir Al-Qur’an
- Khutbah Jumat
- Adzan
Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama RI, Helmi Halimatul Udhma, selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, serta semua pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional, objektif, dan penuh integritas sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Banten merupakan bagian dari gerakan nasional menuju International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sebuah forum internasional yang akan mempertemukan imam besar, ulama, dan tokoh agama dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan Religious Diplomacy.
“Alhamdulillah, rangkaian Bridging IGIC telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan kini di Provinsi Banten. Selanjutnya kegiatan ini akan berlanjut di beberapa provinsi lainnya sebagai upaya memperluas partisipasi para imam, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membangun semangat kebersamaan menuju penyelenggaraan IGIC 2026,” jelasnya.
Sabilul Alif menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi pusat diplomasi keagamaan dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar yang hidup dalam keberagaman, Indonesia dinilai telah membuktikan bahwa nilai-nilai agama mampu menjadi fondasi persatuan, harmoni, serta solusi dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Melalui International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya di panggung internasional sebagai pelopor dialog antarbangsa, penguatan moderasi beragama, dan pembangunan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“IGIC bukan sekadar konferensi internasional, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia. Dari Indonesia, kita ingin mengirimkan pesan bahwa agama adalah sumber persaudaraan, harmoni, dan solusi bagi kemanusiaan,” tutupnya.
Sebelum pelaksanaan MTQ, rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten diawali dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah, serta Seminar Keimaman yang diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas imam masjid, penyuluh agama, akademisi, mahasiswa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama RI dan Gubernur Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran imam dan masjid dalam membangun kehidupan beragama yang damai, moderat, harmonis, serta berkontribusi terhadap terwujudnya persatuan bangsa dan perdamaian dunia.
(Yanto)




































