TANGERANGDALAMBERITA.ID | KABUPATEN TANGERANG — Ratusan massa yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (GMPKP) bersama tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai memberatkan masyarakat. Demonstrasi mengusung tema “Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Hentikan Segala Bentuk Pemiskinan Rakyat.”
Dalam orasinya, Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia sekaligus CEO Geram Group, H. Alamsyah MK, menyampaikan bahwa lonjakan harga BBM non-subsidi dinilai tidak wajar dan berdampak langsung terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
“Dalam sebulan, harga Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan dari Rp14.500 menjadi Rp27.900 per liter per 4 Mei 2026,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut dinilai telah mencederai rasa keadilan sosial dan memperberat beban masyarakat kecil. Ia juga menyoroti dugaan kelangkaan solar subsidi di sejumlah SPBU yang menyebabkan antrean panjang.
“Rakyat kecil pada akhirnya menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka terpaksa membeli BBM jenis Dex atau Dexlite dengan harga tinggi karena stok solar subsidi di sejumlah SPBU kosong,” katanya.
Massa aksi yang diperkirakan mencapai sekitar 500 orang itu juga menyerahkan petisi berisi delapan tuntutan kepada DPRD Kabupaten Tangerang. Adapun tuntutan tersebut antara lain:
- Menurunkan harga BBM non-subsidi ke tingkat yang dinilai lebih terjangkau.
- Mendesak DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.
- Meminta pemerintah tidak menjadikan situasi geopolitik internasional sebagai alasan kenaikan harga BBM.
- Mendesak pemerintah menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat terdampak.
- Memprioritaskan program yang menyentuh kesejahteraan rakyat.
- Mendorong transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.
- Meminta pemerintah tidak membebani masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
- Mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik mafia BBM yang disebut menjadi penyebab kelangkaan BBM di sejumlah SPBU.
Adapun tujuh LSM yang tergabung dalam aksi tersebut, yakni LSM Geram Banten Indonesia, LSM Seroja, LSM Mapan, LSM Matahari, LSM Pik Rata, LSM BP2A2N, dan LSM PPUK.
(Yanto)




































