TANGERANGDALAMBERITA.ID | TANGERANG — Pemerintah Kecamatan Kresek menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di sembilan desa menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
GPM dilaksanakan di Desa Kresek, Renged, Talok, Kemuning, Rancailat, Jengkol, Patrasana, Pasir Ampo, dan Desa Koper. Program ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kecamatan Kresek dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, serta pihak terkait lainnya.
Camat Kresek, Eka Fathussidki, S.STP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkoordinasi sehingga GPM dapat digelar secara serentak dalam satu hari menjelang Ramadhan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Disperindag, Dinas Koperasi, dan seluruh pihak terkait atas kerja sama dan koordinasi yang baik dalam menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah ini,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, Eka Fathussidki menjelaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Kresek bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kresek akan segera membahas Surat Edaran (SE) Bupati Tangerang terkait upaya menjaga kesucian dan ketenangan selama Bulan Suci Ramadhan.
Ia menginstruksikan seluruh kepala seksi dan jajaran Kecamatan Kresek untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan MUI Kecamatan serta Muspika setempat agar penerapan Surat Edaran Bupati dapat berjalan seragam hingga tingkat desa.
“Insyaallah, besok kami bersama MUI Kecamatan akan membahas Surat Edaran Bupati tersebut agar penerapannya seragam, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga desa,” jelasnya.

Menurut Eka, Surat Edaran Bupati Tangerang antara lain mengatur penutupan sementara tempat hiburan malam, pembatasan jam operasional rumah makan dan restoran, serta imbauan lain guna menjaga kesucian dan ketenangan selama Ramadhan. Surat edaran tersebut rencananya akan diberlakukan paling lambat satu hari sebelum Ramadhan hingga dua atau tiga hari setelah Idul Fitri.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Kecamatan Kresek, Dwi Rohayanti, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat GPM serta keakuratan data terkait fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami ingin pelaksanaan GPM benar-benar tepat sasaran. Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok harus dilakukan secara akurat agar langkah antisipasi dapat segera diambil,” tegasnya.
Dwi juga menekankan perlunya penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar ketentuan, baik terkait permainan harga maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu kesucian Bulan Suci Ramadhan.
“Jika terjadi pelanggaran, jangan hanya bersifat formalitas. Tindakan tegas harus diterapkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Kresek mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat musim penghujan masih berlangsung dan berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadan yang dapat memengaruhi kekhusyukan ibadah.
(Yanto)




































