Normalisasi Sungai Dirancang Jadi Solusi Air Pertanian dan Aksesibilitas Petani Mekar Baru

Mekar Baru, Kabupaten Tangerang – Kepala Desa Mekar Baru, Suja’i, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah program strategis desa yang telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Dua program prioritas yang menjadi fokus perhatian kali ini adalah pembangunan monumen desa dan rencana normalisasi sungai yang melintasi kawasan pertanian.

Dalam penjelasannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa pembangunan monumen tidak hanya sekadar menjadi simbol fisik, tetapi juga representasi jati diri dan kebanggaan masyarakat. Monumen tersebut diharapkan kelak menjadi ikon yang mampu memperkuat identitas Desa Mekar Baru sekaligus menjadi pusat aktivitas sosial. “Monumen ini nantinya bukan sekadar bangunan, tetapi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, serta menjadi landmark desa kita,” ujarnya.

Selain itu, Suja’i juga meninjau rencana normalisasi sungai yang selama ini terbagi menjadi dua jalur aliran. Menurutnya, penyatuan aliran sungai menjadi satu jalur besar akan memberikan banyak manfaat, khususnya bagi sektor pertanian. Dengan daya tampung air yang lebih besar, pengairan lahan pertanian di Desa Mekar Baru maupun Desa Waliwis dapat berjalan lebih optimal dan merata.

“Air adalah sumber kehidupan bagi petani kita. Jika normalisasi ini terlaksana, maka lahan pertanian di dua wilayah bisa mendapatkan pasokan air yang cukup. Hal ini tentu akan meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong ketahanan pangan desa,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengairan, normalisasi sungai ini juga dirancang dengan memperhatikan aksesibilitas petani. Pondasi irigasi akan dibuat lebih kokoh dan diperlebar sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan begitu, para petani akan lebih mudah membawa hasil panen mereka dari sawah menuju pasar atau gudang penyimpanan.

Suja’i berharap seluruh program yang telah disusun ini dapat segera terealisasi, setidaknya pada tahun depan. Ia optimis, jika proyek monumen dan normalisasi sungai berhasil diwujudkan, Desa Mekar Baru bukan hanya lebih maju dalam bidang pertanian, tetapi juga memiliki potensi berkembang sebagai destinasi wisata baru.

“Bayangkan jika sungai ini tertata rapi, alirannya bersih, dan monumen berdiri sebagai pusat kegiatan masyarakat. Tempat ini bukan hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga bisa menjadi ruang rekreasi warga, bahkan destinasi wisata yang mendatangkan nilai ekonomi tambahan,” tutupnya penuh optimisme.

Program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah desa dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi kemajuan Desa Mekar Baru di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *